Larangan Berjilbab di kantor

Hijab-ke-Kantor
shopius

Mencari pekerjaan memang terkadang bukan perkara mudah. Begitu banyak pertimbangan yang diperlukan sebelum kita bisa mendapatkan pekerjaan yang dianggap pas. Mulai dari kecocokan job desk, gaji, lokasi kerja sampai soal peraturan perusahaan.

Bicara soal aturan, setiap perusahaan bisa saja menerapkan aturan yang berbeda-beda, mulai dari jam masuk kerja, jam pulang sampai hal yang dianggap sebagai Hak Asasi yaitu soal penggunaan jilbab.

Harus diakui bahwa tak jarang kita mendengar cerita atau bahkan pernah memiliki pengalaman di mana ketika interview kerja disampaikan bahwa ketika nanti telah diterima sebagai karyawan maka rambut wajib diuraikan alias tanpa jilbab.

Seperti yang dialami oleh ketiga orang di bawah ini, mereka akan berbagi cerita perihal tawaran kerja di perusahaan dengan aturan seperti itu:

Karina:

Saya dulu pernah dapat panggilan kerja dari sebuah perusahaan provider. Saya sempat merasa kaget ketika tahu dalam proses interview dikatakan jika salah satu aturan perusahaan meminta untuk tidak memakai atribut keagamaan (jilbab). Ini memang pilihan kita bisa menerima tawaran tersebut atau tidak, tapi bagi saya pribadi saya lebih memilih untuk menolaknya. Alasannya adalah saya merasa masih bisa mencari pekerjaan lain tanpa harus menanggalkan jilbab saya.

Indah:

Saya bekerja di sebuah perusahaan multinasional, semua pegawai diseleksi dengan ketat dan sejak awal diberikan bergam informasi soal peraturan perusahaan, termasuk soal atribut keagamaan di mana jilbab tidak diperkenankan untuk dipakai saat bekerja.

Saat itu saya tidak merasa bermasalah dengan aturan tersebut karena ketika melamar pun saya memang tidak memakai jilbab. Akan tetapi, setahun kemudian saya menikah dan mulai belajar mengenakan jilbab. Nah karena aturan perusahaan tersebut jadi ketika sampai di kantor memang saya melepasnya dan memakainya kembali ketika hari libur atau sepulang dari kantor.

Marina:

Sejak kuliah saya sudah mengenakan jilbab, ketika lulus saya berulangkali berjumpa dengan HR perusahaan internasional. Aturan yang diterapkan adalah tidak diperkenankan menggunakan jilbab selama bekerja, namun karena aturannya sudah demikian ya kembali lagi kepada keputusan masing-masing untuk menerimanya atau tidak. Tapi untuk saya sendiri sih memilih menolaknya, alasannya ya saya mencari kerja yakin bisa memperoleh rezeki dari tempat lain yang memiliki aturan berbeda.

Setiap orang punya alasan dan pendiriannya masing-masing, karena pekerjaan sejatinya hanya untuk orang dewasa yang berarti kita sudah memutuskan sendiri mana yang baik untuk kita dan tidak. Perlu dinggat juga bahwa perusahaan yang memiliki aturan demikian jumlahnya sangat sedikit.

Coba saja tengok ke lokasi perkantoran maupun pusat bisnis, rasanya tak akan sulit menemukan ada karyawati yang bekerja dengan tetap memakai jilbab di kepalanya.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s