Jangan Sampai Menyesal! Pertimbangkan 5 Hal Ini Sebelum Bikin Surat Resign

1111
Enter a caption

Tentunya kita memiliki banyak momen penting dalam hidup, salah satu diantaranya mungkin adalah momen di mana kita berhasil memperoleh pekerjaan. Rasa suka cita dan bahagia memulai aktivitas baru setelah menunggu dan menjalani proses seleksi yang terkadang butuh waktu yang tak sebentar. Sampai akhirnya akhirnya semua terbayar itu dengan memperoleh suatu jabatan.

Harus diakui bahwa dalam perjalanannya, kita tak selalu pulang ke rumah dengan perasaan bahagia, mungkin seringkali kita pulang dengan hati yang diliputi rasa kesal dan tubuh yang lelah. Sampai akhirnya, terpikir untuk mengundurkan diri atau resign.

Bagi mereka yang sedang memiliki masalah dengan pekerjaannya, entah karena job tersebut terasa sulit atau lingkungan kerja yang tak lagi nyaman dan semacamnya, resign memang dianggap sebagai jalan pintas dalam memutus masalah tersebut.

Sementara bagi mereka yang jenuh, bosan dan muak dengan pekerjaannya, resign terasa sangat menggoda. Terbayang rasanya bisa bebas dari rutinitas yang membosankan dan memulai hari yang baru dengan lebih fresh.

Namun apapun alasannya, sebaiknya perhatikan dulu beberapa hal di bawah ini. Godaan resign memang terasa sangat menggiurkan, tapi pikirkan baik-baik sebelum akhirnya menyesal dan terjebak keputusan yang keliru

  1. Kenali plus minus tempat kerja sekarang.

    depositphotos_72939885-stock-illustration-set-of-plus-minus
    deposhite

Bekerja di mana pun pastinya akan selalu ada suka dan dukanya. Oleh sebab itu, sebaiknya pertimbangkan dulu keputusan Anda dengan memikirkan secara mendalam apa saja keuntungan dan kerugian yang dialami.

Alya – 25 tahun – Karyawan Swasta

Sempat terpikir untuk resign dari tempat kerja yang sekarang. Alasannya beban pekerjaan terkadang terlalu banyak dan saya sudah mulai merasa jenuh.

Namun niat tersebut saya kubur dalam-dalam, sebab saya belum memiliki planning lagi ke depannya, terbayang sulitnya mencari pekerjaan baru sekarang ini. Terutama proses seleksinya yang banyak makan waktu, harus psikotes, wawancara dan semacamnya.

Kemudian saya terpikir sih ada juga kesenangan yang saya peroleh di tempat kerja saya, yaitu soal lokasinya. Sebelumnya saya bekerja di wilayah Jakarta yang setiap pagi dan sore, jalanannya selalu macet bahkan sampai berjam-jam, sudah dada sesak hirup udara kotor, pulang pun dengan keadaan tubuh lelah dan stres.

Tapi lokasi perusahaan saya di BSD yang hampir tidak pernah macet meski di jam kerja, itulah makanya sangat disayangkan kalo saya harus lepas pekerjaan ini dan gak kebayang kalo saya harus kembali lagi ke Jakarta dan terjebak macet setiap hari. Lagi pula, di kantor ini saya sudah mengenal dengan baik semua kawan-kawan di sini dan kalo pindah harus adaptasi lagi dengan rekan-rekan yang baru.

Seperti cerita Alya di atas, maka pertimbangkan baik-baik pekerjaan yang Anda lakoni sekarang. Sebaiknya tulis saja hal positif dan negatif yang kamu rasakan selama bekerja, dengan begini kamu jadi lebih mantap untuk memutuskan.

  1. Pastikan Punya Tabungan yang Cukup

tabungan-dana-pensiun-jaminan-hari-tua

Jangan sampai Anda memutuskan untuk resign padahal saldo rekening hanya tersisa belasan ribu. Setidaknya pastikan sudah punya tabungan yang cukup. Cukup untuk mencari pekerjaaan baru yang membutuhkan biaya untuk fotocopi, prin, ongkos interview dan sebagainya. Atau jika sudah dapat, maka tabungan tersebut seharusnya cukup untuk ongkos di bulan pertama menjalani pekerjaan baru atau jika berniat untuk membuka usaha, maka tabungan tersebut cukup sebagai modalnya.

Tri – Pengusaha Online Shop

Sebelum resign saya sudah duluan memulai usaha jualan baju secara online. Awalnya hanya iseng-iseng aja alias untuk sampingan, tapi lama-kelamaan cukup potensial digeluti, sampai akhirnya saya melepaskan jabatan saya sebagai staff marketing di travel agent. Pastinya sebelum resign saya sudah punyalah cadangan uang kira-kira Rp 10 juta, sebagai tambahan modal sekaligus untuk cadangan kalo-kalo usaha saya sedikit tersendat.

  1. Minta pertimbangan
    Fotolia_67099139_Subscription_Monthly_M.jpg

Tak ada salahnya sebelum surat pengunduran diri itu sampai di meja atasan atau HRD, Anda pertimbangkan dulu dengan bertanya pada keluarga, teman atau sahabat yang Anda percaya dan bisa memberikan solusi yang baik. Suara-suara tersebut mungkin akan membantu Anda membuat keputusan yang tepat.

  1. Menyerap semua ilmu

6d966f9d239f2eda39bbf61e1d006e24.jpg

Apakah sudah banyak pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari tempat sekarang? Mengingat tidak semua orang bisa menduduki pekerjaan Anda sekarang tentunya sangat disayangkan bukan bila Anda yang sudah memperolehnya tidak memanfaatkan dengan baik.

  1. Sudah tau mau ngapain
    planning.jpg

Ini adalah poin yang sangat penting. Jangan sampai karena emosi semata, surat resign dilayangkan dan setelah itu Anda tidak tau apa yang harus dilakukan lagi selanjutnya. Jika begini, pasti terbayang rasa penyesalan. Nah jadi ketahui dulu rencana Anda setelah resign, apakah sudah mendapat pekerjaan baru atau punya rencana untuk berbisnis?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s