4 Kebiasaan yang Bikin Karirmu Hancur

sifat-perfeksionis-bikin-karir-hancur-secara-perlahan

Pernahkan Anda membayangkan memiliki karir yang cemerlang? Menggenggam sebuah jabatan penting di perusahaan dan membawa pulang gaji yang sepadan. Tentu banyak yang berharap demikian, hanya saja ada yang berhasil dan ada pula yang harus menelan kekecewaan karena karir yang mentok atau malah berakhir.

Untuk berhasil tentunya memerlukan kerja keras yang tidak mudah yang diiringi oleh semangat kerja yang baik. Sayangnya, kegagalan sendiri bisa dipicu oleh beberapa hal yang terkadang tidak kita sadari. Tau-tau, rekan kerja yang masuk bersama kita justru sudah naik pangkat duluan.

Nah simaklah informasi berikut ini tentang kebiasaan apa saja yang bisa menghambat atau bahkan menghancurkan karir kita, ini dia:

  1. Sering terlambat

    5-alasan-kenapa-anda-selalu-terlambat
    Shutterstock.com

Kebiasaan buruk ini bukan cuma berdampak pada terpangkasnya gaji Anda setiap bulannya namun dampaknya juga harus diwaspadai. Pasalnya, kebiasaan yang satu ini pasti tidak disukai oleh atasan atau pimpinan perusahaan. Mereka mendambakan karyawan yang punya disiplin.

Rubah kebiasaan ini sekarang, cobalah untuk tidur malam lebih awal atau berangkat dari rumah lebih cepat. Masalah ini tidak menimpa Anda seorang diri, karena banyak yang juga mengalaminya dan punya cara sendiri untuk terbebas dari kebiasaan buruk ini, seperti yang diungkapkan oleh:

  • Andre (29 th) – Karyawan Swasta

Dulu saya seringkali datang terlambat. Jarak rumah dari kantor terlalu jauh, terlambat 15 menit saja dari jadwal biasanya, saya pasti sampai di kantor telat. Yasudah deh, karena sudah kebiasaan akhirnya semua rekan di kantor cap saya sebagai orang yang suka telat. Alhasil, kalo sesekali saya datang lebih pagi, mereka pasti terkejut. Daripada ditegur terus setiap bulan dan gak enak sama lingkungan, akhirnya saya pilih untuk kost di dekat kantor.

  • Putri (27 th) – Karyawan Bank

Problem saya sejak sekolah memang susah datang tepat waktu. Dulu, kalo di sekolah dampaknya mungkin hanya di strab atau gak di izinin masuk kelas kan, tapi di dunia kerja tentunya lebih keras lagi. Bukan cuma gaji yang dipotong tapi juga bisa-bisa diberhentikan oleh perusahaan. Nah, karena itulah saya terpikir untuk cari beragam cara biar kebiasaan buruk ini berubah, setelah bertanya pada beberapa kawan, akhirnya saya temuin satu cara yang paling efektif.

Saya selalu bangun dengan alarm dari Handphone, jadi saya majukan jam di hp saya jadi lebih awal. Jika di jam dinding menunjukan pukul 07.00 maka di handphone saya sudah menunjukan 07.20. Apa dampaknya? kebiasaan saya yang suka menunda alarm dan lanjut tidur jadi tidak terjadi lagi, karena ketika alarm sudah berbunyi jamnya menunjukan angka yang sudah siang jadi saya terpacu untuk segera bangun. Ini sangat efektif! 

  1. Izin alias bolos kerja.
    2430132

Ingin bolos kerja tapi ingin gajinya tidak terpotong? Surat sakit pun disiapkan. Padahal seperti yang telah disinggung di atas bahwa untuk naik pangkat dibutuhkan kerja keras dan semangat yang baik, mana mungkin pekerjaan kita akan cepat selesai jika kita banyak izin, apalagi bila izin tersebut ternyata palsu.

  • Rizki – 23 tahun.

Kadang kalau dalam satu bulan tidak ada tanggal merah saya suka malas masuk kerja. Alhasil, sesekali saya siapkanlah format surat sakit yang sebelumnya saya dapatkan waktu benar-benar sakit. Berbekal kecanggihan teknologi, saya ubah surat sakit tersebut. Awalnya berhasil, sampai akhirnya saya dipanggil oleh HRD. Mereka bilang kalo pihak HRD sudah cek melalui telefon untuk memastikan apakah surat ini asli atau tidak dan benar apakah ada nama saya di daftar pasien.  Nah dari sinilah masalah muncul, saya mendapatkan surat peringatan dar kantor, dan dampak yang lebih buruknya adalah image saya di depan rekan kerja bahwa saya orang yang tidak bisa dipercaya. 

  1. Suka berkata kotor.

    608561_620
    shutterstock

Pada dasarnya lingkungan kantor adalah tempat yang profesional dan diisi oleh orang-orang berpendidikan. Dengan lingkungan seperti ini, akankah layak bila kita sering mengumpat, berkata kotor atau mengutuk? Nah sebaiknya sampaikan keluhan, komplain maupun kekesalan dengan bahasa yang baik dan lebih halus. Bukan hanya lebih enak didengar namun ini juga bagus untuk citra atau image Anda sebagai pekerja yang profesional.

 

  1. Rajin bergosip.
    ternyata-gosip-baik-untuk-kita-semua-waduh.jpg

Siapa yang ingin berteman dekat dengan seorang penggosip? Awalnya mungkin terlihat menyenangkan karena punya banyak bahan lelucon. Tapi lama-lama, banyak yang merasa risih juga karena rahasia kita diumbar keluar dan kadangkala informasi yang beredar belum tentu benar karena si penggosip hanya ingin membuat suasana heboh. Akhirnya, tidak sedikit yang menjauhi si penggosip sehingga dampaknya hanya sedikit yang mau bekerjasama dengan orang yang berwatak demikian.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s