Ikutan Job Fair, Beneran Bisa Dapet Kerja Apa Gak Sih?

138423_620
source: Tempo.co

 

Peluang untuk mendapatkan pekerjaan bisa didapatkan dari mana saja. Mulai dari informasi teman, di situs pencari kerja dan melalui Pameran Kerja atau yang biasa dikenal dengan nama Job Fair.

Nah yang sterakhir itu sudah cukup sering digelar di berbagai kota di Indonesia. Job Fair adalah tempat di mana perusahaan, outsourcing maupun BUMN berkumpul untuk membuka lowongan pekerjaan.

Karena berkumpul dalam satu tempat, maka orang yang datang bisa menaruh banyak lamaran yang sesuai dengan kemampuannya. Makanya Job Fair biasanya selalu laris dipenuhi pengunjung alias pencari kerja.

Tak jarang, jumlah yang hadir membludak dan membuat suasana Job Fair menjadi penuh dan sesak, bahkan sejak hari pertama dibuka lho. Namun satu pertanyaan yang kerap kali dilontarkan oleh mereka yang sudah berkunjung dan menitipkan lamaran di sana, yaitu “Bener gak sih Job Fair itu bisa bikin kita dapat kerja? Padahal udah berminggu-minggu naruh tapi belum ada juga panggilan?”

Simak saja wawancara berikut dengan beberapa orang yang sudah pernah mengikuti Job Fair.

  1. Risa Olinda.
    “Saya sudah sering datang ke Job Fair karena membuka peluang untuk mendapatkan pekerjaan. Hanya saja pilih-pilih Job Fair-nya. Hanya Job Fair yang menurut saya kredibel yang saya kunjungi. Biasanya saya berkunjung ke Job Fair yang digelar di sebuah gedung atau hall besar dan diselenggarakan oleh perusahaan atau EO yang memang sudah terkenal. Kan banyak tuh Job Fair yang digelar di tempat yang sepi, nama penyelenggaranya saya gak tau dan design posternya juga ala kadarnya. Dibanding itu, saya lebih pilih Job Fair yang digelar di kampus, lebih terpercaya dan hasilnya juga lebih nyata. Karena dari puluhan lamaran yang saya taruh, setidaknya ada beberapa diantaranya saya mendapat panggilan kerja,”
  2. Dwi Ananda
    “Untuk yang sedang tidak memiliki pekerjaan, Job Fair itu seperti membuka harapan baru. Karena di tempat itu kita bisa lihat ada banyak perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan, meskipun jumlah pelamar yang datang sangat banyak dan memnuhi ruangan. Tapi menurut saya worth it saja, karena pada akhirnya saya mendapatkan panggilan kerja dan kini sudah bekerja berkat surat lamaran yang saya taruh di Job Fair,”
  3. Nadya Agata
    “Saya sendiri kurang begitu nyaman datang ke Job Fair, selain ramai tapi juga merepotkan, tidak banyak Job Fair yang punya sistem digital jadi semuanya masih pakai cara konvensional. Masih harus menyiapkan berpuluh-puluh lembar lamaran beserta CV, Ijazah dan printilah lainnya, selain repot ini juga pastinya ini bikin keluar biaya. Dari sekian banyak Job Fair, masih sedikit yang punya sistem digital, jadi tinggal masukin CV+aplikasi lamaran ke dalam flashdisk lalu kalau mau apply tinggal colok aja deh.  Apalagi sekarang kan sistem sudah online atau digital, jadi menurut saya pribadi sudah bukan masanya lagi harus samperin perusahan dan memberikannya lamaran, bisa dikirim lewat email yang tertera di website resminya, toh ujung-ujungnya juga sampai ke perusahaan,

 

Nah pastinya semua orang yang pernah datang ke Job Fair punya pengalaman yang berbeda-beda. Ada yang suka karena menganggap bisa memberikan lamarannya secara langsung, namun ada juga lebih suka cara praktis. Yang penting adalah persiapkan semua aplikasi lamaran dengan baik, sekaligus terus meningkatkan skill atau kemampuan sehingga perusahaan yakin bahwa kamu adalah orang yang mereka cari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s