Pengalaman Magang di Metro TV

Magang atau internship merupakan program yang wajib dilakoni oleh mahasiswa di jurusan Ilmu Komunikasi. Nah, magang juga biasanya jadi kesempatan untuk menambah ilmu dan pengalaman tentang dunia kerja, seperti yang djalani oleh Prima.

Prima merupakan mahasiswa di Jakarta yang pernah melakukan di magang di salah satu portal berita daring di Indonesia, yaitu Metrotvnews.com. Rasanya kita sudah tak asing lagi ya dengan media yang satu ini, maklum saja karena Metro TV sendiri merupakan TV berita nasional pertama di Indonesia.

Metro TV tidak berdiri sendirian, melainkan tergabung dalam Media Group bersama dengan media cetak yang bernama Media Indonesia. Perkembangan media yang merambah ke dunia digital juga membuat Media Group menambah kembali jaringan beritanya dengan menghadirkan Metrotvnews.com yang punya jargon “News Video Portal,”

Menjalani magang di Metrotvnews.com dirasakan sangat menantang! Bukan seperti tempat magang lain yang mengandalkan mahasiswa untuk melakoni pekerjaan remeh-temeh, seperti fotokopi, jilid dan sebagainya. Di media berlambang biru ini, Prima betul-betul merasakan pengalaman sebagai jurnalis.

Pengalaman bertemu dengan sejumlah tokoh dan pastinya belajar teknik penulis langsung di tempat sumber berita berada.

Seleksi dan Jadwal kerja

Prima sendiri sebelumnya tak menyangka bakal dipanggil untuk interview seleksi mahasiswa magang di Metro TV. Pasalnya, Prima sudah menunggu cukup lama sejak aplikasi lamarannya dikirim.

“Waktu itu sekitar bulan Desember kirim surat pengantar, CV dan contoh tulisan ke redaksi Metro. Lalu baru kepanggil itu sekitar tiga atau empat bulan kemudian. Memang sih, yang namanya cari tempat magang kadang harus tunggu antrian ya, makanya memang sebaiknya kirim dari jauh-jauh hari,” ujarnya membuka cerita.

Ketika interview dengan user, Prima ditanyakan beberapa pertanyaan seputar dunia olahraga yang akan menjadi kanalnya untuk mengisi berita. Sekaligus juga membahas tentang tulisan yang pernah dibuat saat kuliah.

Karena akan magang di tempat penghasil berita, otomatis pengetahuan terhadap berita-berita yang sedang hangat pun wajib tahu. Itu sebabnya, jangan malas untuk membaca berita dan analisis pemberitaan tersebut.

Tak butuh waktu lama, pasca hari interview itu. Prima dinyatakan lolos dan mendapatkan ID Card Intern yang berguna sebagai identitas dan juga akses card masuk ke gedung Metro TV. Melihat nama dan fotonya ada dalam ID tersebut sangat membuatnya bangga.

Kegiatan dan tanggung jawab sehari-hari

Di hari pertama, dibicarakan terlebih dahulu mengenai jadwal kuliah. Di hari apa saja kuliah dan jamnya, nanti baru disesuaikan dengan jadwal masuk di tempat magang tersebut. Jadi jadwal magang menyesuaikan dengan jadwal masuk kuliah.

“Kalau misalnya ada keperluan lain, misalnya tiba-tiba harus ketemu dosen atau ada tugas kelompok dan semacamnya, saya sampaikan ke editor sehingga tidak bisa hadir di jam magang tersebut. tambah Prima.

Setiap harinya, Prima mendapatkan jatah makan siang dan setiap bulannya ada uang saku yang masuk ke rekening. Uang yang masuk tersebut terbilang cukup untuk menggantikan biaya ongkos ke tempat magang dan untuk jajan ala mahasiswa.

Tugas hariannnya seputar menulis artikel-artikel untuk portal beruta tersebut. Awalnya Prima lebih seirng berada di dalam kantor, karena menterjemahkan berita berbahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia.

“Pertama kali masuk itu tugas awal hanya menterjemahkan berita-berita asing ke dalam bahasa Indonesia yang bukan hanya sesuai EYD tapi juga enak dibaca. Sehari-hari saya menterjemahkan kira-kira 5 berita,” ujarnya sambil tersenyum mengingat pengalamannya.

Prima awalnya keawalahan untuk mencapai target 5 berita tersebut setiap hari masuknya. Karena masih baru, selain adaptasi tapi juga masih ada perasaan ragu apakah pemilihan kata yang ditulisnya sduah tepat atau belum.

Hal inilah yang membuat keringat yang keluar didahinya harus diseka berkali-kali. Rasa tegang dan takut tersebut tentunya memperlambat proses penulisan. Nah untungnya ini hanya berlangsung di awal saja, berkat bantuan dari reporter dan editor setempat, Prima perlahan bisa mengasah kemampuannya.

“Di tempat magang ini, benar-benar learning by doing ya. jadi jika ada yang kurang tepat, biasanya editor kasih tau salahnya di mana dan seharusnya seperti apa. Ini benar-benar bantu banget untuk kita evaluasi diri setiap harinya,”

Ternyata proses menulis tidak mudah. Dari mulai judul sampai kalimat dan paragraf harus diperhatikan dengan baik, jangan sampai berita yang sebenarnya menarik jadi sedikit yang membaca karena tulisan yang tidak eye catchy untuk dibaca.

Proses ini tentu bukan hal yang mudah dan memang harus dibiasakan menulis agar keterampilan menyusun kata semakin meningkat, meski di awal sulit dilakukan. “Iya memang semua soal waktu, kemauan dan juga kebiasaan. Jadi sejak itu, saya jadi makin rajin baca berita, agar perbendaharaan kata semakin banyak,” jelasnya.

Setiap tulisan yang dikirimkan pasti akan dicek oleh sang editor, nah hasil revisi dari editor inilah yang membantu Prima untuk meningkatkan kemampuannya dalam bidang menulis. Karena kegiatan tersebut hampir berlangsung setiap hari maka otomatis kemampuannya dalam menyusun kata pun meningkat.

Target 5 berita per hari itu tidak lagi menjadi beban di bulan kedua masa magangnya. Bahkan lama kelamaan, tak jarang jumlah kuantitas berita yang dihasil selalu meningkat setiap harinya. Dalam satu hari bahkan bisa mencapai angka 10 berita bahkan lebih.

Senada dengan kuantitas, soal kualitas pun turut meningkat. Prima dengan bangga menunjukan beberapa berita yang ditulisnya berhasi mengisi posisi Most Viewed yang artinya merupakan kumpulan berita dari 1-10 berita terbanyak yang dibaca. Tentunya ini juga karena berkat bimbingan sekaligus bantuan pengeditan kata dari tangan dingin editor.

Tidak hanya berada di kantor, sesekali Prima pun turun ke lapangan untuk liputan. Semua fasilitas disediakan untuk membantu reporter dalam melakukan peliputan, ada mobil kantor yang bisa digunakan untuk mengantar ke area liputan.

Jadwal kerja yang berubah-ubah

Jadwal kerja juga terbagi dalam beberapa shift, setidaknya ada 3 shift yaitu pagi, siang dan malam. Dalam dua minggu sekali, Prima menemani Editor di shift malam yang dimulai pukul 22.00 WIB sampai dengan sekitar jam 08.00 WIB.

Setelah dua hari mengisi jadwal malam, maka besok dan lusanya pun akan libur. “Kebetulan di rumah saya juga suka begadang, jadi jadwal seperti ini juga gak terlalu menganggu. Lagi pula di jam malam seperti itu waktu terasa lebih cepat berlalu jadi kadang gak terasa tau-tau sudah pagi deh,” ujarnya.

Mungkin inilah yang disebut dengan passion. Di mana terkadang pekerjaan yang berat pun bisa dilalui dengan hati yang gembira. Kurang lebih pengalaman seperti ini dilakukan selama 6 bulan lamanya. Memang terbilang sangat lama untuk jangka waktu magang yang biasanya hanya satu atau dua bulan, dan ketentuan dari kampus Prima hanya diminta sampai sekitar 30 hari saja.

Namun Prima merasa kesempatan ini sangat penting untuk mengasah skill atau kemampuan dalam bidang jurnalistik, mulai dari kemampuan wawancara sampai menulis. Pengalaman seperti ini rasanya akan kurang jika hanya berdiam di kampus saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s