Jadi Penyiar Radio, Apa Cuma Perlu Jago Ngomong Aja? (Bag. 1)

Memandu sebuah program acara, berinteraksi langsung dengan penggemar atau bisa berbincang dengan orang terkenal, dianggap menjadi bagian spesial dari profesi sebagai seorang announcer atau penyiar.

Kesempatan seperti itu tentunya tak dimiliki oleh semua profesi. Bagi mereka yang membutuhkan lingkungan kerja yang kreatif dan dinamis, radio bisa jadi salah tempat kerja yang pas.

Untuk menggali lebih dalam tentang profesi yang satu ini, kali ini kita akan mengajak readers untuk mengenal profesi sebagai penyiar melalui Agata (Nama Samaran). Agata merupakan seorang announcer yang telah memandu banyak program acara, pria 25 tahun ini setidaknya sudah memegang sebanyak 2 program berbeda.

Jenis program tersebut diantara adalah program ekonomi dan gaya hidup. Hampir setiap harinya, Agata aktif menyapa pendengarnya. Untuk lebih jelasnya simak wawancara berikut ini:

T:Apa sih yang membuat kamu tertarik untuk jadi Announcer?

J: Gw selalu tertarik sama bidang pekerjaan yang berhubungan sama jurusan kuliah yang gw ambil. Jadi gw lulusan S.1 Ilmu Komunikasi, dan di jurusan ini dibagi lagi jadi beberapa konsentrasi dan waktu itu gw pilih menekuni bidang jurnalistik. Jadi, cangkupan kerja utamanya ya di bidang media. Nah, pas lulus emang niatnya gw mau kerja dibidang yang masih ada hubungannya sama ijazah yang gw terima, jadi sebisa mungkin mau dapet kerja di bidang media kaya TV, majalah, koran, media online dan bahkan radio.

T: Gimana ceritanya sampai kamu bisa dapat pekerjaan sebagai announcer?

J: Waktu itu gw liat di Twitter ada lowongan jadi Announcer. Lokasi radionya ini ada di Jakarta dan terbilang sangat baru. Kurang lebih baru 2 tahun berdiri sejak gw masuk di sana di tahun 2015. Sebelum kirim lamaran, gw cari tahu dulu informasi soal radio ini, setelah browsing gw temuin website radio ini, dari tampilan websitenya ternyata cukup menarik. Penyiar yang sudah ada di sana benar-benar masih muda tapi keliatan berpendidikan, dan itu semakin terlihat dari program-program yang mereka bawain.

Macam-macam programnya, ada yang membahas seputar keuangan, olahraga, fotografi, sampai psikologi. Gw pun sempat dengerin salah satu programnya dan terdengar edukatif tapi gak ngebosenin. Jadi isinya bukan haha-hihi aja yang banyak bercandaan tapi juga sangat berisi.

Terus mereka punya aplikasi sendiri designya keren dan elegan gitu sih. Jadi ini radio emang pengen menunjukan di awal kalo mereka adalah radio buat orang-orang yang ada di kelas A, ya minimal B lah dengan pendidikan yang tinggi. Dari situ sebenarnya gw berharap memang bakalan keterima, karena merasa ini adalah radio dengan segmen yang gw sukai.

Tapi karena belum pernah ada pengalaman kerja di radio jadi awalnya sempat agak gak yakin untuk keterima. Waktu itu memang gw baru lulus dan sebenarnya pas kuliah dari 3 tempat magang yang gw jalanin, semuanya itu di TV dan media online, belum pernah ada yang di radio. Tapi syukurlah pas di e-poster lowongannya itu masih bisa buat Fresh Graduate, jadilah hati gw membisikan “Udah coba aja siapa tau dapet kan,”

Gak nyangka, seminggu kemudian gw dapet email balasan dari radio tersebut dan diminta dateng pada hari dan jam yang ditentukan. Jarak dari rumah ke studio atau kantornya jauh baget sih, kalo dari google maps sendiri itu jaraknya sekitar 30 kilometer. Wow!

Tapi yang namanya baru lulus, semangat kerja lagi tinggi-tinggi ditambah radio ini juga keliatannya pas banget sama keinginan hati gw, maka jadilah gw pergi kesana. Kesan pertama dari kantornya keliatan elegan, bersih dan sedikit wah sih mungkin karena pengaruh warna catnya yang krem atau gold muda.

Yang gw suka ini, ternyata waktu buat nunggu interviewnya itu cepat banget, jadi kita gak nunggu lama. Coba bandingin sama beberapa tempat yang suka bikin pelamar nunggu lama banget, bisa berjam-jam malah.

Tapi di sini, gak sampai 30 menit nunggu, sudah ketemu deh sama usernya, sebut saja namanya Clara. Wawancaranya seputar pengalaman kuliah, matkul yang disukain, kenapa mau di radio.

Setelah itu Clara jelasin tentang profil radionya dan mengapa mereka membuka cabang di ibukota, setelah sebelumnya punya beberapa cabang radio di daerah. Sedikit cerita soal interview di sini, jadi kalo di radio ini memang sifat interviewnya lebih santai.

T: Boleh diceritain gimana proses interview selanjutnya?

Singkat cerita sore itu dari 4 orang yang diinterview cuma dua yang disuruh bertahan, sisanya disuruh pulang. Gw termasuk yang suruh bertahan dan nunggu sebentar untuk interview kedua, kali ini langsung sama ownernya.

Awalnya sempat deg-degan sih, tapi pas masuk ke ruangnnya dan ketemu langsung ternyata orangnya keliatah ramah. Pembicaraan dimulai dari pengalaman seputar kegiatan di kampus, apa pernah terlibat dalam projek yang berhubungan di radio, pengalaman magang dan analisa gw terhadap radio ini.

Beliau ini termasuk orang yang sangat detail. Contohnya gini, gw jelasin pernah magang di TV Nasional, nah disitu doi minta diceritain apa aja sih job desknya, gimana cara bagi waktunya, jam masuk dan selesainya kapan, bla-bla…

Pokonya benar-benar detail banget dan ini adalah salah satu wawancara yang menghabiskan energi di mulut gw. Hahaa… tapi untungnya karena detail kaya gini gw merasa menceritakanya dengan lengkap, jadi gw rasa sih gak ada miss informasi ya. Menurut gw kalo info yang kita cuma setengah-setengah, mungkin aja bakal ada salah paham atau miss informasi itu tadi.

Setelah hari interview itu beberapa hari kemudian gw dipanggil ke kantor tersebut dan diinfokan kalo gw diterima di sana dan otomatis berhasil meraih posisi Announcer. Di hari itu juga kita bahas soal jobdesk, materi training jadi announcer, gaji, jam kerja, ya intinya Hak dan Kewajiban selama jadi Announcer Full Time di sana…

T: Jadi kamu bekerja sebagai announcer tetap ya, bukan part time? Jadi tugasnya ngapain aja?

J: Banyak…

Dari 8 jam kerja itu dibagi-bagi dalam beberapa poin. Pertama dan utama itu pastinya siaran untuk program harian selama 3 jam dan ada weekly program yang berbentuk talkshow selama 1 jam. Kedua, lanjut 1-2 jam buat buat naskah untuk siaran besoknya.

Ketiga bisa ngerjain apa pun. Misalnya kaya urus kerjasama media partner nih sama EO, panitia kampus atau label musik yang mau kerjasama dengan radio. Beberapa kali juga pernah kunjungan ke berbagai label music yang ada di Jakarta. Kunjungan kaya gini ya berguna banget buat jaga hubungan baik sama mereka, ini semacam simboisis mutualisme di mana kita perlu update lagi-lagu baru yang original dan mereka pun juga perlu supaya lagunya diputarkan supaya didengarkan sama konsumen. Kalo mau buat event, misalnya HUT Radio,kan bisa kerjasama buat undang penyanyi dari label musik tersebut.

Bedanya kalo sama yang part time, announcernya cuma datang buat siaran. Misalnya 2 atau 3 jam, habis itu pulang. Full time ini, selain siaran juga urusin ‘dapur’ radio.

Selain itu diskusi nih sama Program Director tentang konten apa yang mau dibahas setiap harinya dan ada juga program mingguan yang biasanya hadirin satu narasumber. Nah, itu kita tentuin topiknya yang mau dibahas apa dan siapa narasumber yang cocok.

T: Susah gak sih ajak narasumber talkshow bareng?

J: Hubungin narasumber sebenarnya gak terlalu susah, asalkan tahu alurnya. Kalo mau hadirkan pimpinan start up, itu biasanya langsung hubungin ke orangnya sih. Dari mana kontaknya? Macam-macam bisa dari kenalan sendiri, info teman yang kerja di perusahaannya atau bahkan sosial medianya. Kalo media lain yang sudah lebih lama, biasanya mereka punya database yang cukup lengkap yang mencakup data-data orang penting. Cuma karena masih baru ya jadi dicari sendiri.

Kalo pimpinan big company biasanya sih harus dari PR atau Public Relation mereka, jadi mereka yang bantu atur jadwal talkshow nya.

T: Gimana rasanya jadi announcer?

J: Macam-macam rasanya. Tapi yang paling berasa di awal gw jadi announcer itu soal waktu untuk berbicara sama narasumber. Kadang kita suka baca berita di koran, media online atau TV kebanyakan dari berita kadang diperoleh dengan perjuangan yang gak gampang loh. Salah satunya para wartawan itu kadang harus siap untuk nunggu orang yang diwawancara, waktunya gak pasti bisa dalam hitungan menit dan jam.

Itu juga yang gw rasain pas sebelum jadi announcer. Gw dulu sempet di media online dan waktu itu liput kasus yang cukup heboh di Indonesia. Saking pentingnya itu berita para wartawan itu nunggu dari jam 10 pagi sampai jam 11 malam baru selesai.

Kondisi ini berbeda saat jadi announcer. Gw gak pernah habisin waktu buat nunggu narasumber, jadi karena ngobrolnya di studio otomatis si narasumberlah yang datang. Jamnya juga sudah terjadwal jadi gak hampir gak ada cerita announcer nunggu narasumber. Jadi ini kerasa beda banget sih sama pas dulu pengalaman jadi wartawan. Ya beda media, beda cara kerja juga ya, beda konten dan segmen juga sih.

Jadi gw bisa tetap ketemu sama orang terkenal dan penting tapi gak harus nunggu terlalu lama juga. Ya balik lagi sih ke karakter orang, pada dasarnya emang gw suka ketemu sama orang baru tapi gak terlalu sabar buat nunggu. Alhasil kerjaan ini bisa menjawab keinginan gw hehe…

Hampir sama kaya wartawan, jadi announcer juga bikin kita bisa ketemu sama banyak orang dari beragam latar belakang profesi. Dengan banyak bergaul otomatis wawasan kita juga bertambah. Gw beruntung bisa ketemu sama orang-orang yang pernah gw wawancara, disitu bisa banyak belajar soal apa pun. Pernah bikin talkshow seputar kesehatan dengan narasumber seorang dokter, jadi informasi soal kesehatan juga bertambah. Pernah juga ketemu sama pimpinan-pimpinan start up dan big company, di situ banyak belajar tentang cara bikin usaha, me-manage karyawan dan sebagainya.

Hal-hal kaya gini termasuk investasi kedepannya. Karena jaringan atau kontak pertemanan yang luas ini bakal berguna nantinya, ya entah untuk ke depannya mau buat event, project atau hal lainnya yang membutuhkan kolaborasi dari pihak eksternal.

 

Simak di sini untuk lihat cerita selanjutnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s