Jadi Penyiar Radio, Apa Cuma Perlu Jago Ngomong Aja? (BAG. 2) – END

T: Susah gak sih jadi announcer? 

J: Karena ada training sebelumnya jadi alhamdulilah semua tantangannya bisa dilewatin.

T: Apa aja kendalanya dan gimana ngatasinnya?

Tergantung sih yang apa yang jadi kendala kita buat jadi announcer. Kalo takut suara pas siaran jelek, itu sebenarnya bisa dilatih dengan teknik pernapasan biar suara jadi bulat, bahkan ada juga announcer yang pakai bantuan semacam software/alat tertentu supaya suaranya jadi bagus. Terus kalo masalah intonasi suara, banyak-banyak dengar dari tv atau radio, sama lah kalo mau jadi penulis kan harus banyak baca juga, jadi bisa belajar juga dari radio lain lalu dibawakan dengan karakter suara dan pribadi kita sendiri.

Kalo takut ketemu atau ngobrol sama orang, yang pertama itu pasti pede. Gimana cara membangun kepercayaan diri? Ya berawal dari mental dulu. Harus yakin dan pede kalo kita bisa. Kadang gw juga sok kenal sok deket sih, tanya aja yang diperluin dan selalu antusias dengerin cerita orang. Jadi orang bakal nyaman ngobrol sama kita.

Selain itu harus banyak sabar juga. Karena proses jadi announcer itu lumayan panjang sih, jadi harus sekian bulan latihan supaya suara jadi benar-benar bulat. Ada sih memang announcer yang memang suaranya sudah bagus dari awal, tapi tetap aja perlu dilatih karena kan intonasi dan artikulasi juga harus diatur. Terus, latihan menyampaikan atau deliver topik supaya tetap informatif tapi juga gak membosankan didengar. itu kadang perlu nemuin dulu nih ‘feel-nya’ dan ini diperoleh dengan latihan. Jadi siaran bukan cuma modal cuap-cuap aja, siapa sih yang mau dengerin kalo cuma asal banyak ngomong tapi gak ada isinya, orang jadi gak ngerti kita ngomong apa, siarannya malah jadi ganggu dan orang bakal pindah ke channel lain.

T: Menurut kamu orang seperti apa yang cocok untuk mengisi Announcer?

J: Kalo secara umum ya punya selera humor yang bagus, doyan cari info baru dan kreatif. Tergantung dari segemen radio dan programnya juga sih. Kalo programmnya seputar musik, humor dan sejenisnya pasti announcer yang dibutuhin yang cheerful, seru, supel dan suka bercanda. Kalo program dan segmen radionya seputar news ya pasti yang dibutuhkan berwawawasan luas, pandai menganalisa masalah dan kritis. Nah, program gw sendiri perpaduan keduanya, jangan terlalu serius tapi juga jangan terlalu lepas kontrol becandanya.

T: Bagaimana menurut kamu profesi announcer ini kedepannya?

J: Karena termasuk media konvensional bersama majalah dan koran, banyak yang bilang nasib radio gak bakal bertahan di era digital seperti sekarang ini. Tapi menurut gw sendiri radio bakal tetap survive, karena radio itu punya kekuatan atau keunggulan tersendiri.

Radio itu juga bisa dibilang media yang paling dekat sama penggemarnya. Sering kan dengar di radio ada percakapan antara si pendengar sama penyiarnya, entah orang yang nelfon itu kasih komentar atau malah curhat. Kedekatan sama pendengar ini yang turut membantu radio terus bertahan.

Selain itu, siapa bilang radio bakal ketinggalan di era digital. Faktanya sekarang banyak radio yang gak hanya bisa didengar lewat sambungan FM atau AM, tapi juga bisa dari jaringan internet. Banyak radio yang punya website sendiri, jadi sama kaya media online bisa diakses dari mana aja asal ada internet, bahkan ada beberapa radio yang punya aplikasi di handphone kan. Malah sekarang ada perpaduan antara radio dan portal berita online, jadi bisa dengerin musik sambil baca-baca berita.

Profesi penyiar juga bisa merambah ke bidang lain lho. Misalnya Master of Ceremony atau MC, banyak penyiar yang bisa jadi Master of Ceremony atau MC dan pengisi suara atau dubber. MC atau dubber itu kan biasanya cuma beberapa jam aja, tapi bayaran yang diterima bisa besar lho.

Satu hal lainnya karena punya banyak teman dan kenalan, gak menutup kemungkinan juga untuk jadi seorang marketing atau entrepreneur. Kontak jaringan itu kan bisa berguna untuk diajak kolaborasi buat bikin project atau usaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s